IMF Sebut Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2022 Berpotensi Turun Akibat Varian Omicron

Antara
Deputi Pertama Direktur Pelaksana IMF Geoffrey Okamoto menyatakan pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan sebesar 4,9 persen pada 2022 berpotensi turun. (foto: Antara)

Selain itu, Okamoto juga menyebut, krisis akan semakin dalam seiring adanya tekanan inflasi yang dapat menyebabkan pengetatan kebijakan moneter secara lebih cepat dari perkiraan di negara maju.

Tekanan inflasi dan pengetatan kebijakan moneter akan memperketat kondisi keuangan global dengan beberapa potensi limpahan di emerging market dan negara berkembang.

Oleh karena itu, Okamoto menegaskan Presidensi G20 Indonesia merupakan salah satu langkah menemukan strategi untuk mengeluarkan global dari dampak krisis pandemi COVID-19. Menurutnya, anggota G20 dapat berdiskusi dengan baik melalui Presidensi Indonesia untuk menemukan solusi yang dimulai dengan menangani krisis kesehatan dan ekonomi global sehingga tercipta terciptanya pemulihan yang kuat.

"Kami menginginkan kemakmuran dan pertumbuhan di negara-negara di seluruh dunia yang telah tertekan kemakmuran dan pertumbuhannya," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 hari lalu

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Pastikan APBN Tetap Ekspansif hingga Akhir 2026

2 bulan lalu

Prabowo Tolak Tawaran IMF: Indonesia Tak Mau Tambah Utang, Pilih Perkuat Ekonomi Sendiri

2 bulan lalu

Cerita Prabowo Kaget saat Purbaya Ditawari Pinjaman IMF: Kita Tolak, Indonesia Masih Bisa

3 bulan lalu

Prabowo Ungkap APBN Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global Berkat Disiplin Fiskal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal