Outlook 2026: IHSG Diproyeksi Tembus Level 9.000, Efek Danantara Jadi Sorotan
JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki ruang pertumbuhan yang luas dengan target pengujian pada level psikologis di rentang 8.000 hingga 10.000.
Keyakinan ini didorong oleh membaiknya kondisi makroekonomi, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta transformasi kelembagaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Community Lead PT IndoPremier Sekuritas, David Kurniawan memproyeksikan IHSG akan memasuki fase baru yang disebut sebagai Broadening Bull Market. Pada fase ini, kenaikan indeks tidak lagi hanya ditopang oleh segelintir sektor, melainkan menyebar secara merata ke berbagai industri.
“IHSG berpeluang menguji level psikologis 9.000," kata David dalam risetnya dikutip, Kamis (1/1/2026).
David menambahkan, terdapat sejumlah faktor domestik dan global yang akan menjadi penentu. Implementasi Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat (AS) akan sangat krusial bagi sektor perkebunan dan tambang, terutama terkait bebas tarif ekspor kelapa sawit dan kopi.
Selain itu, investor perlu waspada terhadap kenaikan PPN menjadi 12 persen dan Bea Keluar Emas sebesar 10 persen yang dapat menekan margin emiten serta daya beli masyarakat.
Kualitas laba bank besar tetap menjadi barometer, terutama terkait kemampuan menekan beban pencadangan (provisi) setelah lonjakan di tahun sebelumnya.
Sementara itu, pengaruh kecerdasan buatan (AI) yang merambah sektor non-teknologi serta penerapan pajak minimum global 15 persen akan mulai berdampak pada rancangan insentif perusahaan multinasional di Indonesia.
Senada dengan optimisme tersebut, JP Morgan Indonesia memasang target yang lebih agresif. Dalam laporan Indonesia Equity 2026 Outlook, IHSG diperkirakan mampu menembus level 10.000 dalam skenario terbaik (bull scenario).