Indonesia Resesi, Penyebab Utama Konsumsi Rumah Tangga Minus 4,04 Persen

Rina Anggraeni
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49 persen. Hal ini menandakan Indonesia resmi mengalami resesi pada tahun ini, setelah dua kuartal beruntun ekonominya tumbuh minus.

Pada kuartal II, ekonomi Indonesia diketahui minus 5,32 persen. Kepala BPS Suhariyanto membeberkan biang kerok Indonesia masih mengalami kontraksi ekonomi. Salah satunya konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2020 yang masih minus 4,04 persen. 

Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang lesu di tengah pandemi Covid-19. "Konsumsi rumah tangga, pada kuartal III 2020 secara year on year memang masih terkontraksi 4,04 persen tapi tidak sedalam kuartal II minus 5,52 persen," kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).

Dia menuturkan, ada banyak indikator yang mencerminkan pengeluaran rumah tangga. Mulai dari penjualan pakaian hingga bahan bakar yang mengalami penurunan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Pendaftaran Mitra BPS 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Nasional
7 hari lalu

Mensos: 470.000 KPM Baru Akan Terima Bansos di Kuartal II 2026

Nasional
9 hari lalu

Miris! Rata-Rata Upah Buruh RI Hanya Rp3,29 Juta per Bulan, Jauh dari UMP Jakarta

Nasional
10 hari lalu

Jumlah Penduduk RI Tembus 284,67 Juta Jiwa, Didominasi Milenial-Gen Z

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal