Ini 4 Kebijakan Ekonomi Jokowi yang Harus Dilanjutkan

Isna Rifka Sri Rahayu
Pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul dalam hitung cepat (quick count) mayoritas lembaga survei. (Foto: Antara)

"Harga gas kita yang tidak kompetitif dengan negara tetangga itu membuat produksi industri kita menjadi kurang berdaya saing. Itu kan belum terealisasi sampai sekarang," ucapnya.

Kemudian, dalam PKE jilid 16, pemerintah mewajibkan eksportir untuk membawa pulang devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri. Eksportir yang terkena aturan ini adalah pelaku usaha yang mengekspor hasil sumber daya alam (SDA) seperti pertambangan dan perkebunan.

Meski memaksa eksportir SDA membawa pulang DHE, pemerintah tidak melarang mereka untuk menggunakan DHE untuk keperluan impor maupun bayar utang. Menurut dia, hingga saat ini kebijakan ini belum terealisasi secara maksimal.

"Soal DHE  ini sosialiasinya harus didorong terus insentif untuk DHE sehingga banyak uang yang di luar negeri bisa masuk ke Indonesia, khsususnya dari penjualan SDM," kata dia.

Selain itu, dalam PKE XVI pemerintah juga memberikan insentif pajak seperti tax holiday yang cakupan Klasifikasi Baku Lapangan usaha Indonesia (KBLI) yang bisa diberikan akan diperluas. Perluasan yang menyasar industri perintis dari hulu hingga hilir ini dapat mendorong investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).

Pemerintah juga memberikan insentif pajak lainnya berupa tax allowance yang dimuat dalam PP Nomor 9 Tahun 2016. Tax allowance merupakan keringanan berupa potongan pajak 30 persen, maksimal dihitung dari besar investasi yang ditanamkan, serta kompensasi kerugian yang tidak lebih dari 10 tahun.

"Untuk insentif tax holiday, tax allowance, itu bagus cuma harus diperhatikan juga efektivitasnya. Itu perlu dilanjutkan tapi perlu dimodifikasi agar tepat sasaran," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Purbaya: Ekonomi Sudah Berbalik Arah, Pertumbuhan akan Lebih Cepat!

Nasional
3 hari lalu

Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Nasional
4 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi

Nasional
4 hari lalu

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meleset dari Perkiraan: tapi Lumayan 5,11 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal