Ini Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4 Persen

Rina Anggraeni
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Ant)

Di tengah kondisi pandemi, ujarnya, investasi portofolio mencatat net inflow 1,25 miliar dolar AS. Sementara posisi cadangan devisa pada akhir Juli meningkat menjadi 135,1 miliar dolar AS.

Selain itu, Perry mengatakan, nilai tukar rupiah juga tetap terkendali meski pada Juli melemah akibat kondisi pasar global. Pada Juli 2020, rupiah terdepresiasi 2,36 persen secara point to point atau 2,92 persen secara rata-rata dibandingkan Juni 2020.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued didukung inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang rendah, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun," ujarnya.

Inflasi juga tetap rendah. Pada Juli, indeks harga konsumen (IHK) deflasi 0,1 persen sehingga sejak awal tahun inflasi baru tercatat 0,98 persen. Rendahnya inflasi itu dipengaruhi permintaan domestik yang lemah akibat pandemi Covid-19.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
3 hari lalu

BI Ungkap Aliran Modal Asing ke RI di 2026 Tembus 13,23 Miliar Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

9 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

11 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Buka Suara dan Pantau Pergerakan Kurs

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal