"Pendapatan kelas menengah ke bawah juga tidak mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Dengan demikian, masyarakat akan cenderung menabung sebagai sikap berjaga-jaga selama tahun 2018. Hal ini didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) per Februari 2018 yang masih tumbuh 8,2 persen atau Rp1.938 triliun.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menyarankan pemerintah agar membalikkan keadaan dengan aneka stimulus, dorong penyaluran bantuan sosial, mengefektifkan pengendalian inflasi khususnya bahan-bahan kebutuhan pokok, menambah subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan normalisasi penyaluran Premium.
Selain itu, ekspor dan investasi tetap menjadi kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Syaratnya, harus diversifikasi pasar ekspor, meningkatkan kerja sama perdagangan dan mempermudah perizinan ekspor.
"Untuk investasi lanjutkan deregulasi, efektifkan satgas investasi dan insentif fiskal," tuturnya.
Selain itu, saran World Bank untuk Bank Indonesia agar tidak menaikkan suku bunga di level 4,25 supaya kredit tetap terjaga menurut dia menjadi salah satu faktor pendorong ekonomi. "Karena ruang pelonggaran moneter juga sudah bisa dibilang habis. Untuk turunkan bunga sudah tidak mungkin," ucapnya.