"Bisa sampai 60 persen, terlalu besar. Biasanya excess power dan cadangan maksimum 30 persen makannya kita geser sampai 2024-2026," kata dia.
Sebagai informasi, PT PLN (Persero) berhasil memperoleh Fasilitas Pinjaman Sindikasi (Syndicated Loan Facilities) senilai 1,62 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari 20 Bank Internasional. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek 35.000 megawatt (MW).
Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menuturkan, fasilitas ini terdiri dari pinjaman berjangka (Term Loan Facility) senilai 1,32 miliar dolar AS dengan tenor lima tahun dan Revolving Credit Facility senilai 300 juta dolar AS dengan tenor tiga tahun. Dengan begitu, total fasilitas pinjaman menjadi sebesar 1,62 miliar dolar AS.
“Total fasilitas pinjaman ini meningkat dari jumlah komitmen awal pihak Bank sebesar 1,5 miliar dolar AS, sehingga PLN berhasil mengeksekusi opsi green-shoe(tambahan atau upsize dari komitmen awal) sehingga meningkatkan jumlah fasilitas menjadi 1,62 miliar dolar AS,” kata Sarwono dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11/2018).
Sarwono menambahkan, dana dari fasilitas kredit sindikasi ini akan digunakan untuk mendanai investasi PLN dan untuk tujuan korporasi secara umum (general corporate purposes) dalam kaitannya dengan mensukseskan proyek 35.000 MW.