Jaga Daya Beli Masyarakat, Realisasi Bansos Tunai Tembus 82 Persen

Suparjo Ramalan
Kementerian Sosial (Kemensos) mengupayakan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran di tengah pandemi Covid-19. (Foto: ilustrasi/Sindo)

Bansos tunai rencananya akan berlanjut hingga periode Juni 2021 mendatang melihat dampak pandemi Covid-19 masih akan terus memengaruhi daya beli masyarakat rentan Indonesia.

“Karena fenomena Covid-19 ini masih dinamis, sehingga kami mendapatkan amanah sementara ini untuk tahun depan dilanjut sampai bulan Juni 2021. Kemudian jumlahnya disesuaikan menjadi Rp200.000. Tentu ada pertimbangan kenapa berkurang dari sebelumnya Rp300.000, karena kita juga sudah melihat banyak program-program lain yang dilakukan kementerian dan lembaga, yang bisa diakses keluarga penerima manfaat. Kemudian tahun depan sasaran penerimanya pun menjadi 10 juta keluarga” ujar Asep.

Kebijakan bansos tunai ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. Penerima bansos tunai ini didasarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS yang bersumber dari data ajuan kabupaten kota di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial ini menggandeng PT Pos sebagai mitra penyalur hingga bisa tersampaikan langsung kepada penerima manfaat. #CM

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
7 hari lalu

Perdana Pakai Mobil Dinas Maung, Mensos Gus Ipul: Luar Biasa!

1 bulan lalu

Mensos Terima Aduan 2.500 Data Desil Bermasalah, Janji Beres dalam Seminggu

1 bulan lalu

4,5 Juta Warga Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, Kemensos Waspadai Fenomena Demotivasi

1 bulan lalu

BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal