JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) dinilai cukup sukses menstabilkan kurs rupiah. Langkah berani diambil dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji keberanian BI mengerek suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate. Sejak April 2018, bank sentral telah menaikkan suku bunga 175 basis poin dari 4,25 persen menjadi 6 persen.
Menurut Presiden, langkah BI untuk mengambil kebijakan preemptive, front loading, dan ahead the curve beberapa kali mengejutkan pasar. Kejutan ini, kata dia, direspons baik oleh pelaku pasar.
"Persepsinya BI menunjukkan ketegasanddandeterminasinya untuk membentengi rupiah. Dalam bahasa keseharian kita bisa disebut taringnya BI keluar," ujar Jokowi saat Pertemuan Tahunan BI di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (27/11/2018).
Dia melanjutkan, keberanian ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak pasti. Pasalnya, di tahun ini pertempuran ekonomi semakin berat. Dengan begitu, perlu terobosan-terobosan cemerlang yang berdampak positif pada perekonomian.