Kurs Rupiah Terus Menguat, BI Sebut Efek Kebijakan Moneter dan Fiskal

Isna Rifka Sri Rahayu
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara. (Foto: Ant)

JAKARTA,iNews.id - Bank Indonesia (BI) menilai menguatnya kurs rupiah hingga meninggalkan level Rp15.000 per dolar AS disebabkan adanya sentimen positif dari dalam negeri. Kebijakan moneter dan fiskal yang dilakukan BI dan pemerintah disambut positif oleh pelaku pasar.

"Ya kalau rupiah menguat itu kan market melihat bahwa kebijakan moneter yang prudent, hati-hati," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan dinilai menarik arus modal asing (capital inflow) dalam waktu cepat. Kemarin, suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) naik 0,25 persen menjadi 6 persen.

Selain moneter, Mirza mengatakan, kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah juga diapresiasi pasar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dikelola dengan baik dengan perkiraan defisit 1,8 persen pada akhir tahun. Hal ini menciptakan kepercayaan pasar.

"Kebijakan fiskal yang konservatif, defisit tahun depan ditargetkan turun menunjukkan pemerintah dari sisi fiskal itu juga hati-hati," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
8 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 106 Poin ke Rp17.861 per dolar AS

10 jam lalu

Momen Maba Unpad di iNews Campus Connect Kritis soal Independensi BI di Tengah Pergantian Gubernur

13 jam lalu

Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI, Bos LPS: Paket Lengkap

13 jam lalu

Masih Banyak yang Salah! 20% Masyarakat Kira BI Penjamin Simpanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal