Kebijakan Moneter Global Mulai Kendor, BI: Kita Menjaga Stabilitas

Rully Ramli
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah negara emerging market mulai melonggarkan kebijakan suku bunga menyusul langkah bank sentral AS, The Federal Reserve yang mengurangi agresivitas kenaikan suku bunga. Bagaimana dengan Indonesia?

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, sejumlah negara seperti India dan Thailand mengubah arah kebijakan moneternya dari ketat menjadi netral. Hal ini, kata dia, terkait ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS pada 2019 maksimal dua kali.

"Kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) tidak setinggi yang diperkirakan, paling banter 2 kali, mungkin malah 1 kali, mungkin bahkan juga ada yang memperkirakan tidak menaikkan. Tapi itu masih ada uncertainties (ketidakpastian)," kata Perry di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Dia memahami langkah sejumlah bank sentral karena keputusan tetap di masing-masing negara. Di Indonesia, kata dia, sejumlah indikator ekonomi makro sepanjang 2018 seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi.

"Dan domestic demand-nya yang cukup kuat. Lending juga terus mengalami peningkatan," ucap dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
17 jam lalu

El Nino Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, BI Waspadai Kenaikan Harga Beras hingga Cabai

1 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Deposit Facility Rate Naik Jadi 5 Persen

1 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambruk ke Rp18.022 per Dolar AS

2 hari lalu

BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal