Namun, Perry menilai Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengatasi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). BI bersama pemerintah saat ini tengah fokus memastikan CAD bisa turun.
"Oleh karena itu sampai sejauh ini kami masih memegang bahwa arah kebijakannya itu hampir mencapai puncaknya," ujar dia.
Untuk ke depan, Perry menolak untuk berspekulasi. BI, kata dia, akan terus menggunakan data-data ekonomi sebelum mengambil kebijakan suku bunga. Yang jelas saat ini kebijakan suku bunga diarahkan demi menjaga stabilitas, khususnya untuk menangkis ketidakpastian global.