Kebut UU Cipta Kerja, Pengamat Nilai Terlalu Dipaksakan Lahir Prematur

Suparjo Ramalan
Pengamat menilai alasan UU Ciptaker terkait pentingnya undang-undang sapu jagat tidak beralasan dan lahir prematur. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, M Teguh Surya menyebutkan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini tengah mengkebut UU Cipta Kerja (Ciptaker). Menurutnya, alasan UU Ciptaker terkait pentingnya undang-undang sapu jagat tidak beralasan dan lahir prematur.

"Pemerintah menilai iklim investasi Indonesia buruk sehingga tidak diminati investor. Jadi bisikan kepada Presiden (Jokowi) dan opini dari pendukung UU Ciptaker untuk menumbuhkan investasi agar investor lebih berminat itu sebenarnya agak kurang tepat, dan enggak tahu bacaannya apa. Kami sebut ini sesat pikir," ujarnya, salam webinar, Minggu (4/10/2020).

Berdasarkan data The Economist dalam Business Outlook Survey 2019, Indonesia menjadi negara ketiga dengan tujuan investasi paling menarik di Asia. Berada di bawah China dan India, serta setingkat di atas Vietnam.

"Jadi ini bukan data kaleng-kaleng. Kalau bicara investasi data mereka yang harus dilihat para investor. Jadi sebenarnya bagi investor Indonesia baik-baik saja dan sangat diminati," kata Teguh.

Namun demikian, terkait kemudahan berinvestasi di Indonesia bukan tanpa persoalan. Berdasarkan data World Economic Forum (WEF) dalam Global Competitiveness Report 2017-2018 masalah utama penghambat investasi di dalam negeri adalah korupsi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

IHSG Babak Belur, Menko Airlangga Minta Investor Tak Terjebak Sentimen Pasar

13 hari lalu

Perdana Gunakan Mobil Dinas Maung MV3 Garuda, Airlangga: Baru Sebagian Menko 

16 hari lalu

Cair Dirapel Rp900 Ribu! Pemerintah Salurkan BSU untuk 13,3 Juta Pekerja di Akhir Tahun

16 hari lalu

Bantuan Subsidi Upah Rp900.000 Cair Lagi Tahun Ini? Simak Informasi Terbaru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal