Kemendag Minta Produsen Baja yang Dituduh Lakukan Dumping Kooperatif

Isna Rifka Sri Rahayu
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

"Begitu mereka diinvestigasi akan kita dampingi karena ada batasan-batasan yang mereka tidak boleh koridornya di luar ketentuan WTO, kadang pelaku usaha kan tidak mengerti jadi kita dampingi. Kalau sebatas itu boleh atau tidak," ucapnya.

Dilansir Reuters, Senin (23/7/2018), Kementerian Perdagangan China mengatakan, penyelidikan itu menyasar produk stainless steel impor seperti dalam bentuk batangan, lembaran, dan piringan yang berasal dari Indonesia di samping Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Impor baja dari negara-negara tersebut melonjak tiga kali lipat pada tahun lalu.

Oke mengatakan, proses penyelidikan normalnya berlangsung selama 18 bulan untuk bisa selesai. Namun demikian, sejak perusahaan tersandung kasus dumping maka langsung dapat mengganggu iklim usaha mereka.

"Tidak bisa begitu, tidak bisa masih lama karena begitu dituduh iklim usaha sudah terganggu. Mereka bisa mengalihkan kontrak," kata Oke.

Penyelidikan ini dilakukan usai produsen baja lokal, Shanxi Taigang Stainless Steel mengadu kepada otoritas setempat soal murahnya baja impor. Dalam tuntutannya, perusahaan tersebut menilai baja impor murah tersebut telah merusak pasar baja di China.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Internasional
3 hari lalu

Nah! Iran Akan Gelar Latihan Perang dengan China dan Rusia, Peringatan untuk AS

Nasional
5 hari lalu

Perusahaan Raksasa Global bakal Kumpul di Jakarta, dari Huawei hingga Alibaba!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal