JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya membangkitkan kembali kejayaan sentra industri kecil dan menengah (IKM) penghasil produk logam di Semarang, Jawa Tengah khususnya yang berlokasi di Kelurahan Bugangan. Sejak tahun 1970-an, pusat pengrajin logam di kota Semarang itu memberikan kontribusi signfikan pada kemajuan IKM logam dalam negeri dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Di sentra logam Bugangan ini terdapat 56 IKM yang memproduksi mesin pengolahan pangan dan peralatan rumah tangga, bahkan sudah ada yang mampu membuat mesin cuci dan ekskavator mini,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan resminya, Sabtu (7/4/2018).
Gati juga menyempatkan berdialog dengan 120 pengrajin logam yang berasal dari Bugangan serta wilayah lainnya di Jawa Tengah. “Sentra IKM logam di seluruh Indonesia, sebanyak 390-an, dengan total penyerapan tenaga kerja lebih dari 13.000 pengrajin,” ucap Gati.
Sedangkan, saat ini di Jawa Tengah terdapat sekitar 20 sentra IKM logam yang tersebar di beberapa wilayah seperti Klaten, Ceper, Boyolali, Purbalingga, Pati, Tegal dan Kudus. Produk-produk unggulan dari mereka sudah ada yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan komponen bagi perusahaan manufaktur besar di Indonesia, seperti sektor industri otomotif.
“Dahulu, Bugangan terkenalnya disebut sebagai daerah industri kalengan,” ucap Gati. Pasalnya di sentra tersebut, menghasikan produk ember seng, kompor minyak, panci, dandang, oven, bahkan gerobak sampah. Seiring perkembangan zaman, ada pengrajin yang berinovasi membuat mesin cuci berukuran besar. “Harga mesin cucinya lebih murah dari produksi industri besar, juga hemat listrik,” ujarnya.