Kemenperin Kejar Revisi Pajak Otomotif Rampung Kuartal Pertama

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah membahas penurunan struktur pajak otomotif guna mendorong kinerja industri sehingga bisa memacu ekspor produk ke mancanegara. Bila tidak ada aral melintang revisi pajak tersebut rampung kuartal pertama tahun ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai, salah satu produk otomotif, yakni mobil jenis sedan tak bisa lagi dianggap barang mewah. Untuk itu, penerapan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang sangat tinggi ke mobil sedan sudah tak lagi relevan.

Penerapan pajak tersebut juga membuat industri otomotif nasional ogah memproduksi sedan yang sejatinya pasar kendaraan jenis itu sangat besar di luar negeri.

"Kita mau merevisi perpajakan dari struktur otomotif, termasuk PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Dengan demikian, kita bisa mendorong produksi sedan di Indonesia. Apalagi di Australia," ujarnya ditemui di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Airlangga mengatakan, pabrik otomotif di Australia sudah mengalami kolaps. Kini, pasar otomotif dikuasai oleh Jepang dan Thailand sebagai eksportir terbesar. "Sekarang banyak disuplai dari Thailand dan Jepang," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

MNC University Gandeng BPSDMI, Perkuat SDM Industri di Era Digital den Vokasi

Nasional
6 hari lalu

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak, Kemenperin Harap Tak Ganggu Penjualan dan Produksi

Nasional
6 hari lalu

Tanpa Insentif, Data Menunjukkan Pasar Motor Listrik di Indonesia Ambruk

Mobil
6 hari lalu

Mobil Listrik Booming di Tengah Kenaikan Harga BBM, EV Jadi Mesin Pertumbuhan Otomotif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal