Kemenperin Kejar Revisi Pajak Otomotif Rampung Kuartal Pertama

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Airlangga berharap, revisi PPnBM bisa segera dirampungkan agar Indonesia bisa mengekspor kendaraan ke negara lain, terutama mobil yang memiliki emisi karbon rendah. "Jadi, kalau ini bisa diselesaikan MoU Indonesia dengan Australia selesai, tentu ini jadi peluang Indonesia untuk ekspor otomotif ke Australia. Ini dikaitkan dengan produksi  otomotif yang emisi karbonnya rendah atau motor listrik," ucapnya.

Selain sedan, revisi PPnBM yang diusulkan turun, yaitu mobil berbasis electric vehicle. Jika PPnBM diturunkan, Airlangga optimistis industri berbasis electric vehicle akan berkembang pesat dan bisa berdaya saing dengan negara lain.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan, kapasitas produksi mobil nasional sampai saat ini mencapai 2 juta unit per tahun. Namun, jumlah produksi atau utilitasnya baru mencapai 1,5 juta saja.

"Kalau ini bisa kita lakukan, maka kita punya kapasitas untuk ekspansi. Kita harapkan kuartal pertama ini sudah bisa diselesaikan. Dan revisi ini sudah masuk dari tahun kemarin," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

MNC University Gandeng BPSDMI, Perkuat SDM Industri di Era Digital den Vokasi

Nasional
6 hari lalu

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak, Kemenperin Harap Tak Ganggu Penjualan dan Produksi

Nasional
6 hari lalu

Tanpa Insentif, Data Menunjukkan Pasar Motor Listrik di Indonesia Ambruk

Mobil
6 hari lalu

Mobil Listrik Booming di Tengah Kenaikan Harga BBM, EV Jadi Mesin Pertumbuhan Otomotif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal