JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui salah satu unit pendidikan vokasinya, Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK Tekstil) Surakarta mencetak lulusan sebanyak 157 orang pada tahun 2018. Mereka yang memiliki kompetensi di bidangnya, sebagian besar telah terserap kerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebelum wisuda.
“Seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di AK Tekstil Solo tahun ini sudah diterima bekerja di 10 perusahan tekstil. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara AK Tekstil Solo dengan para industri tekstil,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/11/2018).
Metode pembelajaran yang dijalankan di AK Tekstil Solo mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yang setiap semester selama kurun 2,5 bulan menerapkan pembelajaran teori dan praktik di kampus, serta dilanjutkan 2,5 bulan untuk praktik kerja di perusahaan. “AK Tekstil Solo ini merupakan pilot project pengembangan pendidikan vokasi yang mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yaitu mengintegrasikan pendidikan di kampus dan di industri sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap kerja,” tutur dia.
Bahkan, dalam rangka menyiapkan penyediaan sumber daya manusia (SDM) industri TPT yang terampil di era digital, AK Tekstil Solo juga melakukan redesign kurikulum terkait dengan implementasi industri 4.0. “Pengembangan program studi yang dilakukan, antara lain penelitian terapan yang terkait dengan fuctional textile dan pengembangan on line learning,” imbuhnya.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III tahun 2018, industri tekstil dan pakaian tumbuh sebesar 10,17 persen. Kinerja gemilang ini tertinggi di kelompok sektor manufaktur dan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,15 persen di periode yang sama.
Hingga saat ini, industri TPT di dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Selanjutnya, sektor padat karya berorientasi ekspor ini temasuk penghasil devisa negara yang cukup besar melalui nilai ekspor mencapai USD6,48 miliar pada triwulan II-2018.