Kenaikan PPh Impor bagi Industri, Kadin: Harga Barang Pasti Naik

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

"Selama ini kita coba jangan sampai harga naik tapi enggak mungkin. Pada akhirnya harus," ucapnya.

Dengan kenaikan harga barang, imbasnya berpengaruh ke daya beli masyarakat. Alhasil sektor konsumsi yang menjadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi pun menjadi tak optimal.

"Jadi pasti nanti daya beli juga akan sangkut ke situ," katanya.

Karena itu, satu-satunya cara sektor industri menghadapinya dengan berusaha sebaik mungkin melakukan efisiensi. Sekalipun harga produk naik, pelaku industri tidak menaikkan harga secara signifikan.

"Jadi kita mesti berhati-hati menilai apa persisnya. Mungkin naikkan tarifnya tidak terlalu signifikan tapi akan ada dampaknya ke konsumen," ungkapnya.

Pemerintah resmi menerapkan kenaikan PPh impor untuk 1.147 komoditas guna menekan defisit neraca pembayaran. Dari 1.147 barang tersebut mengalami kenaikan pajak impor bervariasi mulai dari 7,5 hingga 10 persen. Dia merinci sebanyak 210 komoditas terkena kenaikan pajak impor dari 7,5 persen menjadi 10 persen. Kenaikan itu karena termasuk dalam kategori barang mewah. Contohnya saja mobil CBU dan motor besar.

Kemudian, sebanyak 218 komoditas, tarif PPh impornya naik dari 2,5 persen menjadi 10 persen. Komoditas itu sebagian besar bisa diproduksi di dalam negeri, seperti barang elektronik dispenser air, pendingin ruangan, lampu, keperluan sehari-hari seperti sabun, shampoo, kosmetik, dan peralatan masak/dapur.

Sementara, sebanyak 719 komoditas, tarif PPh impornya naik dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Komoditas yang terkena ini merupakan barang konsumsi, seperti keramik, peralatan audio visual, box speaker, dan produk tekstil.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
8 hari lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS

11 hari lalu

Rupiah Ditutup Kembali Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya

13 hari lalu

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

14 hari lalu

Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.037 Pagi Ini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal