Keputusan Bank Indonesia Mengerem Suku Bunga Dinilai Tepat

Antara
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) dinilai sudah cukup agresif menaikkan suku bunga dalam merespons gejolak ekonomi global sehingga keputusannya menahan suku bunga bulan ini sudah tepat.

Ekonom senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menilai, kebijakan moneter BI dalam merespon gejolak eksternal sebelumnya membuat jarak suku bunga Indonesia dengan negara-negara emerging marekty menjadi jauh.

"Kalau dibandingkan dengan negara-negara lain peers-nya Indonesia, Bank Indonesia itu sudah cukup agresif dan sudah punya spread yang lebar banget," ujar Poltak di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Sejak April 2018, BI sudah mengerek suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate (BI7DRR) hingga 150 basis poin dari 4,25 persen menjadi 5,75 persen. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Selasa (23/10/2018) lalu, bank sentral akhirnya mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen.

"Ketimbang setiap waktu harus menaikkan, lebih baik pause dulu lah, lihat keadaan," kata Poltak.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Februari 2026

Nasional
3 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik jadi Rp7.318 Triliun di Kuartal IV 2025

Nasional
5 hari lalu

Mau Tukar Uang Baru di BI? Begini Cara dan Syaratnya!

Nasional
5 hari lalu

Penukaran Uang BI Dibuka 18 Februari Besok, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal