Sementara itu, PMN untuk BUMN sepanjang periode tersebut hanya 4 persen atau sebesar Rp147 triliun.
"Kalau kita bandingkan dengan PMN yang dibutuhkan adalah 4 persen atau Rp147 triliun. Dan ini kita coba breakdown dari 2011 sampai 2020, lalu di bawahnya juga kita breakdown dari angka-angkanya secara detail," ucap dia.
Karena itu, Mantan Bos Inter Milan itu berharap ada keseimbangan antara PMN dengan kontribusi BUMN. Misalnya, pada tahun 2022 mendatang nilai dana segar yang disuntik pemerintah mencapai 80 persen. Anggaran itu akan difokuskan untuk program restrukturisasi, penugasan dan pengembangan bisnis perusahaan.
"Kita bisa lihat untuk 2020-2024, tentu yang menarik sekarang kok dividen dan PMN-nya seimbang. Ada tiga catatan di sini bahwa nomor satu, banyak sekali penugasan yang diberikan kepada BUMN yang selama ini kalau dilihat dari PMN-nya itu untuk tahun 2022 saja adalah hampir 80 persen, di mana restrukturisasi 6,9 persen," tutur Erick.