Kontribusi DKI Jakarta terhadap Ekonomi Hanya 15 persen, Ekonom: Ini Bukan PSBB Nasional

Hafid Fuad
Ekonom menyebutkan secara kontribusi ekonomi output DKI Jakarta hanya menyumbang 15 persen dari total PDB. (Foto: Sindonews)

"Dampaknya membuat cukup banyak investor melepas portofolionya di pasar saham. Ini  menggerus IHSG hari ini 258 poin menjadi 4.891 atau turun 5 persen dari penutupan hari Rabu di level 5.149," ujarnya.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai tanpa pengetatan PSBB sekalipun resesi sudah diyakini akan terjadi. Sementara kini PSBB kembali diperketat walaupun hanya di Jakarta.

Pada masa PSBB transisi lalu perekonomian sudah bergerak kembali walaupun masih sangat terbatas. Penyaluran kredit mulai tumbuh terutama dengan dorongan likuiditas dari pemerintah. "Semua akan berbalik melambat kembali," ujar Piter.

Dia melanjutkan fokusnya akan berapa lama pengetatan ini berlangsung. Kalau misalnya hingga akhir tahun tentu dampaknya akan besar. Perekonomian akan benar-benar kembali terpuruk. Penyaluran kredit akan kembali terhenti. Walaupun NPL bisa diredam dengan kebijakan restrukturisasi kredit.

"Memang penanggulangan wabah harus diutamakan. Harapan terbaiknya dengan pengetatan PSBB ini jumlah kasus covid19 bisa benar-benar melandai," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kabar Duka, Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

9 hari lalu

Festival Hari Santri, Hebitren Dorong Pemprov DKI Jakarta Sahkan Perda Pesantren

16 hari lalu

Dinas LH DKI Buka 264 Loker Padat Karya, Berikut Cara Daftarnya

18 hari lalu

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Ingin Hilangkan Tradisi Menumpuk di Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal