Krisis Venezuela, Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Aman

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

"Syukur alhamdulillah beberapa indikator kunci pemerintah dalam menjaga koridor baik inflasi di bawah 4 persen itu modal yang bagus. Kedua defisit fiskal ditekan bahkan jauh di bawah 3 persen, tahun ini sekitar 2,1 persen, tahun depan 1,8 persen," tutur dia.

Terkait neraca perdagangan, dia akui, Indonesia masih kesulitan untuk membalikkan lagi ke status angka surplus. Pada Juli 2018, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 2,03 miliar dolar AS.

"Sampai sekarang kita memang masih defisit, tapi kalau mengacu polanya pada tahun lalu maka diperkirakan sampai akhir tahun kita akan surplus meskipun tidak akan setinggi seperti tahun 2017. Sehingga kalau nanti pada bulan-bulan berikutnya neraca perdagangan kita surplus kembali, maka tekanan terhadap nilai tukar kita juga tidak akan banyak," ucapnya.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar keuangan masih batas wajar meski sempat merosot ke level Rp14.600 per dolar AS.

"Kemudian tidak sama dengan negara-negara yang tadi disebutkan, depresiasi nilai tukar rupiah masih dalam batas yang moderat. Kita tidak terlalu turun drastis pelemahannya dan sekarang sudah mulai stabil kembali," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Purbaya Buka Suara soal Rencana Defisit APBN Tembus 3 Persen

Nasional
11 hari lalu

JK Kumpulkan Akademisi, Soroti Penurunan Kemampuan Fiskal Daerah

Bisnis
19 hari lalu

Ketum Perbanas Hery Gunardi Ungkap Strategi Perbankan Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Nasional
21 hari lalu

Airlangga Ungkap Rencana RI Impor Minyak dari AS dan Venezuela

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal