Kondisi Brasilia, kata Kang Emil, bertolak belakang dengan Washington DC. Di ibu kota baru Brasil itu, saat aktivitas pekerjaan warga berhenti, kota itu seperti kota mati pada malam hari.
"Nah jangan sampai kejadian dengan ibu kota baru yang lain (seperti Brasilia), malam hari sepi karena apa? tidak ada tempat ritel, orang juga rumahnya jauh-jauh. Jadi hidup kan di kota bukan hanya urusan kerja tapi percampuran kegiatan kemanusiaan itu harus ada," katanya.
Untuk itu, dia meminta pemerintah meninjau kembali rencana pembangunan ibu kota baru di Kaltim seluas 180 ribu ha. Dia menyebut, luas Washington DC hanya 17 ribu ha.
"Maksimal 30 ribu ha, itu lebih dari cukup, tidak usah 180 ribu ha. Jadi 30 banding 180 kan? Semuanya itu kan ibu kota Amerika itu sudah teruji berabad-abad dan hasilnya dalam teori ilmiah itu ibu kota paling baik," ucapnya.