Kurs Rupiah Terus Menguat, BI Sebut Efek Kebijakan Moneter dan Fiskal

Isna Rifka Sri Rahayu
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara. (Foto: Ant)

Dari sisi riil, lanjut Mirza, BI dan pemerintah sejauh ini mampu menjinakkan inflasi. Bahkan, inflasi tahun ini diperkirakan hanya 3,2 persen. "Menjaga inflasi dan menjaga defisit ekspor dan impor barang dan jasa itu diapreciate oleh market sehingga market kemudian memberikan apresiasinya kepada aset-aset Indonesia," ucapnya.

Selain itu, hari ini pemerintah juga kembali meluncurkan paket kebijakan ekonomi (PKE) XIV. Kebijakan ini fokus memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.

"Structural reform, paket-paket kebijakan yang diumumkan pemerintah terus untuk membuat ease of doing bussiness terus membaik itu diterima pasar dengan baik," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Makro
7 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
7 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Keuangan
8 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
8 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal