Dari sisi riil, lanjut Mirza, BI dan pemerintah sejauh ini mampu menjinakkan inflasi. Bahkan, inflasi tahun ini diperkirakan hanya 3,2 persen. "Menjaga inflasi dan menjaga defisit ekspor dan impor barang dan jasa itu diapreciate oleh market sehingga market kemudian memberikan apresiasinya kepada aset-aset Indonesia," ucapnya.
Selain itu, hari ini pemerintah juga kembali meluncurkan paket kebijakan ekonomi (PKE) XIV. Kebijakan ini fokus memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.
"Structural reform, paket-paket kebijakan yang diumumkan pemerintah terus untuk membuat ease of doing bussiness terus membaik itu diterima pasar dengan baik," tuturnya.