Lelang Surat Utang Negara, Sri Mulyani Kantongi Rp11,6 Triliun

Michelle Natalia
Menkeu Sri Mulyani mengantongi Rp11,6 triliun dari lelang surat utang negara (Screenshot IG Sri Mulyani)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaksanakan lelang Surat Utang Negara (SUN) untuk seri SPN03240313 (new issuance), SPN12241212 (new issuance), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0089 (reopening). Lelang tersebut dilaksanakan pada Selasa (12/12/2023) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Menurut Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Deni Ridwan menyebut bahwa minat investor pada lelang SUN terakhir tahun 2023 ini relatif baik di tengah sikap investor yang menunggu keputusan tingkat suku bunga acuan The Fed, BOE, dan ECB. Terlebih, total penawaran yang masuk tercatat mencapai Rp41,18 triliun.

"Hal itu tercermin dari masih tingginya jumlah incoming bids sebesar Rp41,18 triliun atau 2,17 kali dari target indikatif yang telah diumumkan. Selain itu, kinerja APBN yang baik menjadi faktor pendukung positif lelang hari ini," ujar Deni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa malam (12/12/2023).

Dia menjelaskan minat investor pada seri SUN tenor menengah sampai panjang masih kuat. Hal itu tercermin dari jumlah penawaran pada seri SUN tenor 6 dan 11 tahun yang masih dominan, dengan jumlah penawaran masuk sebesar Rp20,52 triliun atau 49,82 persen dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp11,6 triliun atau 61,1 persen dari total awarded bids.

"Demikian juga dengan minat investor asing pada lelang SUN hari ini masih solid dengan jumlah incoming bids mencapai Rp9,08 triliun. Mayoritas incoming bids investor asing tersebut berada pada seri SUN tenor 6 tahun sebesar Rp5,13 triliun atau 56,52 persen dari total incoming bids investor asing, dan dimenangkan sebesar Rp2,3 triliun atau 12,11 persen dari total awarded bids," tutur dia.

Membaiknya kondisi pasar SBN domestik dalam beberapa minggu terakhir mendorong penurunan Weighted Average Yield (WAY) obligasi negara yang dimenangkan pada lelang SUN kali ini sebesar 1-10 bps dari level WAY obligasi negara yang dimenangkan pada lelang SUN sebelumnya, sehingga Pemerintah memperoleh borrowing cost yang lebih kompetitif.

"Pemerintah pun memutuskan untuk memenangkan penawaran sebesar Rp19,0 triliun pada lelang SUN tersebut dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023, dan kondisi APBN terkini," ucap Deni.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Golkar Dorong Pemerintah Perkuat Fiskal usai Harga Minyak Dunia Turun: Jangan Disia-siakan

57 tahun lalu

Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya

57 tahun lalu

Dasco Ungkap Hasil Pertemuan dengan Dirut Himbara: Situasi Perbankan saat Ini Sangat Bagus

57 tahun lalu

Neraca Dagang RI Surplus 5,64 Miliar Dolar AS di April 2026, Rekor 72 Bulan Beruntun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal