Limbah Batu Bara untuk Beton, Pemerintah Bisa Hemat Anggaran Infrastruktur Rp4,3 Triliun

Suparjo Ramalan
FABA dinilai bisa bernilai tambah jika dicampur untuk beton. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Limbah abu batu batau atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dinilai bisa bernilai tambah jika dicampur untuk beton. Campuran beton tersebut bisa menghemat anggaran infrastruktur mencapai Rp4,3 triliun.

"Penggunaan beton dengan campuran FABA secara ekonomi dapat menurunkan biaya dibandingkan membuat beton konvensional, sehingga memberikan efisiensi anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp4,3 triliun sampai tahun 2028," kata Direktur Jenderal ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Selain menghemat anggaran infrastruktur, pemanfaatan FABA juga berpotensi menyerap tenaga kerja pada usaha mikro dan kecil yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Tak hanya dalam pembangunan infrastruktur, FABA juga dapat dimanfaatkan menjadi material pendukung untuk stabilisasi lahan, reklamasi bekas tambang, hingga sektor pertanian.

"Dengan ditetapkannya FABA sebagai limbah non-B3, maka FABA diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Tahun lalu, konsumsi batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation tercatat sebesar 121,89 juta ton dengan penggunaan terbesar untuk menyuplai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menghasilkan FABA sekitar 12 juta ton. Merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM sejak tahun 2018 hingga 2020 di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur, FABA mengandung logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) sebesar 2.000 ppm atau lebih tinggi 10 kali lipat bila dibandingkan kandungan pada batu bara.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cegah Pemadaman Bergilir, PLN Dapat Tambahan Batu Bara 3 Juta Ton per Bulan

57 tahun lalu

KPK Duga Aset Ketum Pemuda Pancasila Japto Berasal dari Gratifikasi Kasus Batu Bara Kukar

57 tahun lalu

Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno Kembali Diperiksa KPK terkait Kasus Gratifikasi Batu Bara

57 tahun lalu

Siapkan BBM Baru E20, Pemerintah Butuh 4 Juta Kiloliter per Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal