"Atau bisa juga pada saat pekerjaan pemasangan perancangan prosedurnya ada yang di langgar," kata Lazuardi.
Lazuardi menilai, jika pengawas lapangan proyek melaksanakan tugasnya dengan baik dan teliti sesuai Standard Operation Procedure (SOP), maka kemungkinan kecelakaan minim terjadi.
"Atau pengawas yang mestinya bertugas tidak mengawasi dengan benar apakah semua sudah siap untuk di lakukan pengecoran," kata Lazuardi.
Untuk menekan angka kecelakaan di sektor kontruksi, dia meminta kontraktor turut memeriksa apakah tim yang bekerja pada saat lembur sampai dini hari mempunyai kompetensi yang sama pada saat bekerja pada jam normal. Hal ini dilakukan agar kecelakaan konstruksi serupa tak terulang kembali di kemudian hari.
Sebanyak tujuh korban dari robohnya tiang tol Becakayu dibawa ke rumah sakit. Enam di antaranya dibawa ke RS UKI Cawang yakni Joni Arisman, Rusman, Supri, Kirpan, Sarmin, dan Agus. Sedangkan Waldi dirujuk ke RS Polri Kramatjati.
Proyek Jalan Tol Becakayu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Waskita Karya mulai tahun 2014 dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 km.