Menko Airlangga Paparkan Kunci Pemulihan Ekonomi RI dari Pandemi Covid-19 di Washington DC

Michelle Natalia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan Public Lecture pada The CSIS ASEAN Leadership Forum di Washington DC, Senin (24/10/2022). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

WASHINGTON DC, iNews.id - Dalam kegiatan Public Lecture pada The CSIS ASEANLeadership Forum berjudul "Indonesia's Economic Priorities: A Conversation withAirlangga Hartarto" di Gedung CSIS, Washington DC, pada 24 Oktober 2022, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, perekonomian Indonesia saat ini telah berjalan dengan sangat baik. Selain itu, recovery ekonomi dari pandemi yang terus berlanjut dengan kecepatan tinggi. 

"Pertumbuhan PDB Indonesia sebesar lebih 5 persen saat ini telah melampaui pertumbuhan PDB Indonesia prapandemi. Dalam rilis laporan World Economic Outlook terbaru pada bulan Oktober 2022, International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia sebesar 5,3 persen dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi global kembali turun menjadi 3,2 persen,” ujar Menko Airlangga dikutip, Selasa (25/10/2022). 

Menko Airlangga menambahkan, pada 2023 Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN dimana ASEAN Economic Community akan tetap menjadi komitmen utamanya. Dengan menjadi Ketua ASEAN tahun depan, Indonesia akan melihat upaya-upaya perluasan kerja sama regional dengan mitra ASEAN seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Perjanjian perdagangan serupa dinilai akan semakin memikat, mengingat rantai-pasok global dapat mendukung ketahanan ekonomi negara-negara dunia dalam menghadapi berbagai krisis di masa depan. Indonesia berharap fasilitasi perdagangan yang lebih luas dapat mengurangi tarif bea masuk sekitar 92 persen barang dan jasa.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut Menko Airlangga juga menjelaskan tentang lesson learned yang diperoleh Indonesia di masa pandemi yakni pertama, dalam situasi ekonomi yang sulit, pendekatan kebijakan harus fleksibel dengan semua instrumen kebijakan yang harus siap dan memiliki kapasitas maksimal. Kedua, di masa pandemi, respons kebijakan kesehatan dan ekonomi harus dilakukan secara bersamaan. 

Ketiga, menjaga momentum pertumbuhan adalah kunci keberhasilan strategi kebijakan untuk mengatasi pandemi. Di bawah Komite PC-PEN, Indonesia menerapkan kebijakan “Gas dan Rem” untuk menyeimbangkan aspek kesehatan (kehidupan) dan aspek ekonomi (penghidupan). Keempat, pentingnya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di dalam negeri.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
18 jam lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

23 jam lalu

Program Magang Nasional hingga Insentif Pajak Berlanjut di 2027, Siapkan Anggaran Rp31 Triliun

24 jam lalu

Prabowo Siapkan Rp31 Triliun untuk Bansos hingga Akhir 2026, Bantuan Pangan hingga Subsidi Upah 

1 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Airlangga, Suahasil hingga Rosan di Istana, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal