"Jadi saya lihat kadang-kadang di masyarakat kita yang menamakan dirinya ahli, kadang kadang ngomong dari satu angle saja, tidak melihat dari angle lainnya," tutur Menko Luhut.
Dia menjelaskan, banyak yang mempertanyakan mengapa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur.
Padahal mereka tidak melihat banyaknya pembangunan infrastruktur maka perkembangan ekonomi akan semakin meningkat, bahkan multiflyer effect-nya akan meluas dalam jangka panjang.
"Infrastruktur memang return sangat lambat. Seperti Jagorawi yang baru terlihat ke ekonomiannya setelah 15 tahun. Tapi yang penting kita menciptakan simpul ekonomi baru, trans Sumatera paling tidak butuh 10 hingga 15 tahun dampak ke ekonominya baru bisa terjadi," kata Luhut.
Dia menambahkan, membangun infrastruktur dengan utang itu tidak masalah asal dikelola dengan baik. Sebab, jika membangun infrastruktur dengan duit negara akan membutuhkan waktu yang sangat lama baru bisa terealisasi.
"Kalo utang itu dikelola dengan baik maka tidak akan jadi masalah. Sebab kalau memakai duit sendiri tidak akan jadi - jadi. Bisa jadi pakai uang sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama," ujar Luhut.