OPEC+ Pangkas Produksi Minyak 9,7 Juta Barel, Terbesar sepanjang Sejarah

Rahmat Fiansyah
Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri) dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud (kanan). (Foto: AFP)

"Ini cukup melegakan bagi industri energi dan ekonomi global. Meskipun penurunan produksi lebih kecil daripada yang diharapkan pasar, tapi setidaknya skenario terburuk bisa dihindari," kata Kepala Analis Rystad Energy, Per Magnus Nysveen, dikutip dari CNBC, Senin (13/4/2020).

Presiden AS Donald Trump yang menjembatani konflik antara Saudi dan Rusia yang terlibat dalam perang harga minyak, memuji kesepakatan yang dibuat kedua negara itu.

"Kesepakatan minyak besar dengan OPEC+ selesai. Ini akan menyelematkan ribuan pekerjaan di sektor energi di AS. Saya berterima kasih dan mengucapkan selamat kepada Presiden Rusia Putin dan Raja Salman dari Arab Saudi. Saya baru saja berbicara dengan mereka dari Gedung Putih. Kesepakatan terbaik untuk semuanya," tulis Trump lewat akun Twitter.

Harga minyak dunia pada perdagangan tengah malam tadi menguat. Harga minyak WTI naik 3,8 persen ke 23,61 dolar AS per barel sementara Breng meningkat 3,2 persen ke 32,48 dolar AS per barel.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
2 jam lalu

AS-Israel Siapkan Serangan Terbaru ke Iran, Incar Pembangkit Listrik dan Kilang Minyak

1 hari lalu

Trump Umumkan Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Hamas di Gaza

2 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi ke Rp18.111 per Dolar AS

3 hari lalu

Bak Dokter Gigi, Presiden Brasil Lula Periksa Bos WHO sambil Ngomongin Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal