Pemerintah Proses Impor 40.000 Ton Oksigen Likuid untuk Penanganan Covid-19

Dita Angga
Kebutuhan oksigen di masyarakat melonjak seiring peningkatan kasus Covid-19 di KBB. (Foto: Adi Haryanto)

Menurut dia, pemerintah mengimpor oksigen liquid dalam jumlah banyak untuk mengantisipasi jika kebutuhan kembali melonjak.

“Kita berjaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu. Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, di Inggris, dimana trennya sekarang meningkat tajam. Kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise,” papar Menko Luhut.

Lebih lanjut dia juga menyebut bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui untuk impor oksigen konsentrator. Dimana hal ini mengurangi penggunaan liquid oksigen sebanyak 50.000 tabung. 

"Saat ini, sudah ada sekitar 10.000 (tabung oksigen konsetrator, red) dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan. Dan itu akan kita pinjamkan ke rumah-rumah dan kalau sudah selesai dipakai bisa diambil. Itu bisa 5 liter jadi bisa dipakai selama 5 hari. Dan saya kira ini juga kalau insya Allah ini selesai kasus covid masih bisa dibagikan ke rumah sakit,” tutur Menko Luhut. 
 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
5 tahun lalu

Kabar Baik! Indonesia Dapat 1.000 Tabung Oksigen dan 1 Juta Vaksin dari Sea Group

Health
10 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
10 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
10 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal