Pemerintahan AS Kembali Dibuka, Ketum Kadin: Dampaknya Enggak Ada

Rully Ramli
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Berbeda dengan kinerja dagang, dunia investasi nasional justru lebih terpengaruh dengan kembali dibukanya pemerintahan AS. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menjelaskan, dibuka kembalinya pemerintah AS menjadi sinyal positif investor yang menilai adanya ketidakpastian.

"Jadi sekarang ibaratnya, dolar AS pulang kampung, sudah mulai lagi masuk. Di indonesia kan sudah masuk 1 miliar dolar AS kan, itu menunjukan tanda-tanda baik rupiah akan menguat," tutur Aviliani.

Ia kemudian mengingatkan pemerintah untuk menjaga kondisi positif yang sedang terjadi di pasar. "Sekarang tinggal kita bagaimana menjalankan penguatan rupiah ini, untuk secara substain jangan sampai keluar lagi," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
11 jam lalu

Ekspor Indonesia Naik 4,74 Persen, Mendag Beberkan 3 Program Prioritas

2 hari lalu

Selain Jepang dan China, RI Bidik Afrika hingga Timur Tengah untuk Ekspor Perikanan

3 hari lalu

Bahlil Ancam Setop Ekspor Gas ke Negara yang Tak Hargai Indonesia

8 hari lalu

Skincare Lokal Mulai Masuk Pasar Malaysia, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal