Pemprov DKI Tunda Proyek 3 Flyover dan 1 Underpass Senilai Rp378 Miliar

Koran SINDO
Flyover. (Foto: ilustrasi/Okezone)

Anggota Komisi B DPRD Jakarta Yuke Yurike menilai molornya pembangunan akibat lemahnya perencanaan yang dilakukan perangkat daerah terkait, dalam hal ini Dinas Bina Marga.

Apalagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak fokus membantu percepatan pembangunan dan justru memberi target yang bisa membahayakan pengguna, seperti di flyover Pancoran sebelum adanya rekomendasi Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

Politisi PDI Perjuangan ini meminta Anies fokus berkomunikasi dengan jajarannya untuk menyelesaikan pembangunan yang berjalan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat adanya perubahan kebijakan demi sebuah keberpihakan.

”Sejak jadi pemimpin DKI, Anies sibuk mengoreksi kebijakan yang sudah berjalan sebelumnya. Pembangunan itu harus berkelanjutan,” katanya.

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga, tidak heran molornya pembangunan tak sebidang dalam anggaran 2019. Proses perencanaan hingga pelelangan sebelum kegiatan pelaksanaan terlalu berlarut-larut.

Nirwono mendorong Pemprov DKI bersama DPRD segera melelang fisik pada awal tahun sehingga tidak ada alasan waktu yang tersedia tidak cukup. ”Yang terpenting perencanaannya harus matang,” ujarnya. (Bima Setiyadi)

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo: Jalan Fondasi Ketahanan Pangan-Energi, Hubungkan Pusat Produksi dan Permukiman

57 tahun lalu

Warga Jakarta Bisa Nobar Piala Dunia 2026 di GOR, Pemprov Siapkan Fasilitas Khusus

57 tahun lalu

Pramono Anung Buka Suara soal Tarif Transjabodetabek, Tak Semua Rute Akan Naik

57 tahun lalu

Pramono Bersyukur WFH Ditetapkan Hari Jumat Bukan Rabu, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal