Pengamat Fiskal: Penerimaan Negara di APBN 2020 Diprediksi Hanya Rp1.650 Triliun

Aditya Pratama
Penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diprediksi mengalami penurunan tahun ini. (Foto: Shutterstock)

Dengan skenario tersebut, diperkirakan penerimaan pajak sebesar Rp1.400-1.462 triliun. Sementara jika PPN juga dibebaskan pemerintah, pendapatan pajak hanya sebesar Rp1.150 triliun.

"Jadi PPN nyaris tidak mungkin, kita bungkus Rp1.400 triliun. PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) jelas turun, sebelumnya diperkirakan Rp160,4 triliun lalu di outlook pemerintah turunkan jadi Rp82,2 triliun dengan asumsi harga minyak 30 dolar AS," ucap Awalil.

"Penurunan perpajakkan, penurunan migas, akibatnya defisit yang tadi Rp850 triliun itu jadi Rp950 triliun. Pemerintah menurut dugaan saya itu akan mengalami defisit Rp950 triliun pada 2020, jadi sudah hampir 2,5 kali lipat lebih," ujar dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 hari lalu

Bengkak! Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun per September

1 hari lalu

Belanja Negara Tembus Rp2.660 Triliun di September 2026, Tumbuh 19%

2 hari lalu

APBN Tekor Rp319 Triliun di September 2026, Menkeu Suahasil: Memang Didesain Defisit

5 hari lalu

Suahasil Siapkan Pos Anggaran untuk K/L Baru: Administrasi dalam Proses 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal