Perang Dagang AS-China, Ekonom Bank Mandiri: Tidak Ada Solusi yang Win Win

Isna Rifka Sri Rahayu
Tensi perang dagang kembali meningkat menyusul langkah Amerik Serikat (AS) yang menaikkan tarif impor terhadap barang-barang asal China. (Foto: Shutterstock)

Bagi Indonesia perang dagang ini berpotensi menyebabkan arus modal keluar ke instrumen investasi safe haven. Hal ini ditandai dengan menurunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta meningkatnya imbal hasil surat berharga negara (SBN) bertenor 10 tahun.

IHSG pada penutupan 14 Mei 2019 ditutup melemah sebesar 1,1 persen menjadi 6.071 atau turun 6 persen secara month to date dan turun 2 persen secara year to date. Sementara, imbal hasil SBN bertenor 10 tahun naik sebesar 1,2 bps menjadi 8,05 persen atau naik 22,5 bps mtd dan naik 2,8 bps ytd.

"Menurut kami volatilitas nilai tukar tersebut hanya bersifat sementara dan kami memprediksi pada akhir tahun ini nilai tukar rupiah akan berada pada kisaran Rp14.248 per dolar as," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
3 bulan lalu

Minyak Goreng Jadi Senjata Baru Trump Lawan China

Internasional
3 bulan lalu

Perang Dagang AS-China Makin Panas, Trump Setop Impor Minyak Goreng

Internasional
3 bulan lalu

Diancam Tarif 100% oleh Trump, China: Kami Tidak Takut!

Internasional
6 bulan lalu

Murka dengan Tarif Trump, Uni Eropa Ancam Perang Dagang Besar-Besaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal