Bagi Indonesia perang dagang ini berpotensi menyebabkan arus modal keluar ke instrumen investasi safe haven. Hal ini ditandai dengan menurunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta meningkatnya imbal hasil surat berharga negara (SBN) bertenor 10 tahun.
IHSG pada penutupan 14 Mei 2019 ditutup melemah sebesar 1,1 persen menjadi 6.071 atau turun 6 persen secara month to date dan turun 2 persen secara year to date. Sementara, imbal hasil SBN bertenor 10 tahun naik sebesar 1,2 bps menjadi 8,05 persen atau naik 22,5 bps mtd dan naik 2,8 bps ytd.
"Menurut kami volatilitas nilai tukar tersebut hanya bersifat sementara dan kami memprediksi pada akhir tahun ini nilai tukar rupiah akan berada pada kisaran Rp14.248 per dolar as," tuturnya.