Perang Dagang AS-China, Menteri Susi: Momentum bagi Industri Perikanan

Rully Ramli
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Kebijakan AS pada saat itu seharusnya dapat dimaksimalkan oleh Indonesia. Pasalnya, dengan adanya anti-dumping, AS memberlakukan tarif impor kepada China sebesar 120 persen, dan ke pasar negara-negara lainnya sebesar 60 persen, sementara Indonesia hanya diberikan tarif di kisaran 12 persen.

Akan tetapi, ia mengatakan, saat itu Indonesia justru melakukan kesalahan, dengan mengekspor produk-produk ikan yang berasal dari China. "Ekspor memang meningkat tajam sekali. Tapi, barang-barangnya dari China dan Thailand, lalu dinamakan produk Indonesia," kata Susi.

Pada saat itu, Indonesia sempat kehilangan kepercayaan dari AS. Susi mengatakan, kala itu AS sempat curiga dengan prodak yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan sempat ingin diembargo.

Karena itu, hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan sekarang. Pasalnya, saat ini ikan sudah bisa dicek dari mana negara asalnya, dengan teknologi tes DNA yang dimiliki oleh AS. Oleh karenanya, Indonesia perlu meningkatkan industri budi daya ikan, yang saat ini sedang tumbuh dengan pesat.

Data yang dikeluarkan Direktorat Perikanan Budidaya KKP menunjukkan, produksi perikanan budi daya hingga triwulan III-2018 mencapai angka 13,16 juta ton, naik 4,36 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Mobil
18 jam lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
6 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
10 hari lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Nasional
10 hari lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal