Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus Gara-Gara Covid-19, Pertama Kali Sejak 1998

Rina Anggraeni
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu minus 2,07 persen. Kondisi tersebut terjadi setelah 22 tahun setelah 1998 saat pertumbuhan ekonomi minus 13,16 persen akibat krisis moneter.

"Ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia, sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi," kata Kepala BPS, Suhariyanto saat jumpa pers, Jumat (5/2/2021).

Secara kuartalan, Indonesia juga masih resesi. Pada kuartal IV-2020, pertumbuhan ekonomi minus 2,19 persen, melanjutkan tren kuartal sebelumnya yang minusmasing-masing -5,32 persen (kuartal II) dan -3,49 persen (kuartal III).

Menurut Suhariyanto, Indonesia bukan satu-satunya negara yang ekonominya tertekan akibat pandemi Covid-19. Dia menyebut, ekonomi seluruh negara mitra dagang utama Indonesia minus, kecuali China dan Vietnam yang tumbuh positif.

"Amerika Serikat kontraksi 3,5 persen, Singapura -5,8 persen, Korsel -1 persen, Hong Kong lebih dalam -6,1 persen, dan Uni Eropa juga sama (-6,4 persen). Ini angka yang sudah resmi di rilis di kantor statistik negara masing-masing," kata dia.

Secara umum, perekonomian Indonesia terkontraksi akibat pertumbuhan negatif pada pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi dan konsumsi rumah tangga. PMTB tercatat minus 4,95 persen sementara konsumsi rumah tangga negatif 2,63 persen.

"Pembentukan modal tetap bruto menyumbang terdalam terhadap PDB yakni -1,6 persen disusul konsumsi rumah tangga -1,43 persen," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Siapkan Kredit Bunga 4 Persen untuk UKM Eksportir, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

57 tahun lalu

AHY Pimpin Rakor Kebandarudaraan, Siapkan Transformasi Bandara Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

57 tahun lalu

Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500

57 tahun lalu

Pemerintah Kucurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun di Semester II 2026, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal