Rampungkan Akuisisi Freeport, Inalum Terganjal Dokumen Antitrust

Rully Ramli
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (Persero) (Inalum) sedang mengejar dokumen izin ekspor dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU/Lembaga Antitrust Filing) dua negara, yaitu China dan Filipina. Hal ini dilakukan untuk melengkapi persyaratan dagang, pasca berhasil mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebelumnya pihaknya telah berhasil mendapatkan dokumen antitrust filling atau syarat perizinan dari Jepang dan Korea Selatan. "Dua izin sudah keluar, itu dari Jepang dan Korea Selatan, yang belum keluar dari Filipina dan Tiongkok," kata Budi ditemui di Energy Building Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Selain Jepang dan Korea, Inalum juga mengejar dokumen antitrust filling dari tiga negara lain, Indonesia, China, dan Filipina. "Kami kejar lima negara, namun yang belum keluar adalah China dan Filipina. Kami harap dua negara ini sudah memberi persetujuan paling lambat Desember ini," kata Budi.

Menurut dia, China akan menjadi negara yang paling sulit untuk mendapatkan dokumen anti-trust. Ia menjelaskan hal ini disebabkan China yang merupakan importir terbesar bijih tembaga, sehingga cenderung akan melihat terlebih dahulu perusahaan baru yang akan masuk.

"Kemungkinan agak lama adalah izin dari antitrust Tiongkok karena Freeport jual banyak ke Tingkok. Orang Tiongkok tidak ingin kalau terjadi transaksi merger, entitas barunya terlalu dominan untuk ekspor barang ke Tiongkok. Jadi mereka ingin lihat Inalum jadi dominan atau tidak," tutur Budi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 bulan lalu

Penembakan di Area Grasberg Mimika, Karyawan Freeport Tewas

Nasional
3 bulan lalu

Izin Tambang Freeport Diperpanjang 20 Tahun, RI Dapat 12 Persen Saham di 2041

Nasional
5 bulan lalu

Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua

Nasional
6 bulan lalu

Freeport Indonesia Targetkan Tambang Grasberg Beroperasi Penuh Tahun Depan usai Longsor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal