Rekomendasi Boeing 737 MAX Belum Terbit, Menhub Akan Kirim Tim ke FAA

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id)

Sebelumnya, Boeing melarang terbang seluruh armada pesawat 737 MAX setelah penyelidik menemukan bukti baru di lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines. Pabrikan pesawat tersebut juga merilis pemutakhiran perangkat lunak yang disebut-sebut terkait dengan jatuhnya dua pesawat dalam rentang lima bulan.

Pihak penyidik memusatkan pada sistem Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS) perangkat yang berfungsi mencegah pilot menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi dengan cara menukikkan pesawat secara otomatis.

Dalam kasus Lion Air JT610, MACS tidak bekerja dengan baik sehingga setiap kali pilot menaikkan hidung pesawat, MCAS aktif kembali dan menurunkan hidung pesawat.

"Nanti FAA memberikan suatu rekomendasi bahwa dari klarifikasinya itu, apa yang harus diperbaiki. Apa yang harus ditambahkan, prosedur apa yang ditempuh, hardware apa yang harus diganti, software apa yang harus diganti, pelatihan apa yang harus dilakukan, ini akan kami bahas," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
14 hari lalu

Pelita Air Kembali Raih Penghargaan On-Time Performance Terbaik, Dirut Ungkap Strategi Operasionalnya

27 hari lalu

Pesawat Bawa Personel Militer AS Jatuh di Alaska, 8 Orang Tewas

2 bulan lalu

Pesawat Bawa Turis Asing Jatuh di Situs Arkeologi, 13 Orang Tewas

2 bulan lalu

Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal