Rhenald Kasali Prediksi Resesi AS Picu Depresi, Perusahaan Bangkrut dan Kemiskinan Naik

Fadel Prayoga
Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Rhenald Kasali memprediksi resesi yang terjadi di AS bisa memicu depresi atau great depression. (Foto: Sindonews)

Menurut Rhenald, dalam situasi itu The Fed atau bank sentral AS akan memangkas suku bunga untuk memacu investasi, namun kenyataannya kini malah nilai dolar AS semakin melemah.  

“Dampaknya sudah terasa minggu lalu di sini (Indonesia), dolar AS melemah, masyarakat mulai melepas dolar dan membeli emas. Harga emas melonjak,” ujarnya.

Sebagai informasi, istilah great depression muncul ketika AS krisis ekonomi berkepanjangan selama satu dekade, yakni pada tahun 1929 hingga 1939. 

Great Depression di negeri Paman Sam ini diawali dengan turunnya harga saham pada September 1929. Puncaknya pada 24 Oktober 1929 dilakukan penjualan saham besar-besaran dalam waktu sehari. Ini mengakibatkan indeks saham anjlok pada level yang mengkhawatirkan. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal