Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar AS pada Selasa (2/6/2026). (Foto: iNews.id)

Selain isu Timur Tengah, sentimen negatif global diperparah oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang menandatangani proklamasi perubahan tarif impor untuk komoditas tembaga, aluminium, dan besi. 

Kebijakan ini menaikkan tarif menjadi 15 persen, dari yang sebelumnya direncanakan hanya sebesar 10 persen menyusul keputusan Jaksa Agung atau Mahkamah Agung di AS yang menyatakan perang dagang Trump ilegal. 

Langkah unilateral ini diambil Trump setelah sebelumnya melakukan pemecatan terhadap Jaksa Agung yang menjabat.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah diperberat oleh tingginya volume impor minyak mentah Indonesia yang mencapai 1,5 juta barel per hari. 

Kenaikan harga minyak mentah dunia otomatis mendongkrak permintaan dolar AS dalam jumlah besar untuk mendanai operasional impor tersebut, di mana 85 persen dari total pasokan minyak impor digunakan untuk memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Purbaya Bantah Kena Reshuffle usai Rupiah Anjlok: Tidak Ada, Itu Rumor!

Nasional
3 jam lalu

Purbaya Ngaku Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun demi Jaga Rupiah

Nasional
4 jam lalu

Purbaya soal Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS: Masih Dalam Perhitungan

Nasional
5 jam lalu

Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya

Nasional
7 jam lalu

Rupiah Tembus Rp18.000, Ketua Banggar DPR: Seharusnya Maksimal Tidak Lebihi Batas Rp17.600

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal