Rupiah Menguat Tajam, Ketum Kadin: Kita Maunya Stabil

Rully Ramli
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Di sisi lain, lanjutnya, bagi pelaku usaha yang berorientiasi ekspor kondisi penguatan rupiah malah tak menguntungkan. Oleh sebab itu, dia menekankan yang diperlukan dunia usaha adalah kestabilan kurs.

"Memang yang kita harapkan sih fluktuasi yang tidak signifikan, pengusaha maunya yang seperti itu," ujar Rosan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. Dia menyatakan, kestabilan merupakan kunci yang dibutuhkan oleh pengusaha.

"Jadi kan menguat (kurs rupiah) kan, jadi sebenarnya yang kita liat ini volatilitas ya. Ini memang naik turun, ketidakpastian ini akan terus terjadi," ujar Shinta Kamdani saat ditemui di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Apindo kemudian menyarankan kepada pemerintah, untuk mulai tidak bergantung kepada dolar AS dalam melakukan transaksi perdagangan. Menurut dia, pemerintah perlu meningkatkan transaksi dengan mata uang lain.

"Menurut saya, daripada kita hanya menerawang dengan apa yang akan terjadi, kita punya solusi-solusi penggunaan mata asing lainnya, dalam kita bertransaksi secara bilateral," tutur Shinta.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun

Nasional
1 hari lalu

Purbaya Peringatkan Transaksi di Pelabuhan Harus Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!

Nasional
1 hari lalu

Bertemu Gubernur BI dan Menkeu, Dasco: Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Nasional
3 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg: Fundamental Ekonomi Kita Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal