JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi saat pasar menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), di tengah kecenderungan dolar AS yang turut bergerak melemah.
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka turun 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.099 per dolar AS. Posisi tersebut melemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.083 per dolar AS.
Pelemahan rupiah berlanjut hingga pukul 09.58 WIB. Pada waktu tersebut, mata uang Garuda tercatat merosot 0,11 persen ke posisi Rp18.102 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini masih akan berlangsung fluktuatif. Dia melihat rupiah berpotensi bergerak dalam tren melemah dengan kisaran Rp17.960 hingga Rp18.020 per dolar AS.
Tekanan eksternal salah satunya datang dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Berdasarkan indikator CME FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan tingkat suku bunga berada di kisaran 62 persen.