Rusia Kerek Suku Bunga Jadi 15 Persen untuk Tekan Inflasi

Aditya Pratama
Bank sentral Rusia mengerek suku bunga utamanya sebesar 200 basis poin menjadi 15 persen lebih tinggi dari perkiraan. (Foto: Reuters)

Selain itu, pemerintah juga mengakui untuk pertama kalinya bahwa mereka mungkin tidak berhasil mengembalikan inflasi ke target 4 persen pada tahun depan, dan memperkirakan inflasi akhir 2024 di kisaran 4-4,5 persen.

Adapun, siklus pengetatan bank sentral dimulai pada musim panas ini ketika tekanan inflasi dari pasar tenaga kerja yang ketat, permintaan konsumen yang kuat, dan defisit anggaran pemerintah diperparah dengan jatuhnya nilai tukar rubel.

Rusia secara bertahap membatalkan kenaikan darurat menjadi 20 persen yang dilakukan pada Februari 2022 setelah Moskow mengirim pasukannya ke Ukraina, yang memicu sanksi besar-besaran dari Barat.

Rusia memangkas suku bunga hingga 7,5 persen pada awal tahun ini. Bank sentral mengatakan, inflasi akan berada pada kisaran 7,0-7,5 persen pada tahun 2023. Sebelumnya, bank sentral memperkirakan inflasi akhir tahun sebesar 6,0-7,0 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 6,38 persen pada 16 Oktober.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkum Supratman Paparkan Capaian Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia

57 tahun lalu

Pemerintah Resmi Setujui Tenor KPR Subsidi hingga 40 Tahun

57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal