Soal Defisit BPJS Kesehatan, Menkeu Kritisi Pengawasan Pembayaran Iuran Peserta

Rully Ramli
Minimnya pengawasan pembayaran iuran peserta menjadi penyebab BPJS mengalami defisit keuangan. (Foto: Istimewa)

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengeluhkan rendahnya intensitas BPJS untuk mengupayakan pengumpulan iuran. Menurut dia, BPJS lebih sering meminta dana talangan ke pemerintah untuk menutupi defisitnya.

"Kalau tidak, ya tidak pernah tertagih, kemudian kesulitan kami juga tidak bisa beri sanksi. Nanti dengan mudah saja datang ke Kementerian Keuangan saja, ini defisit, kan seperti itu yang terjadi sekarang. Lebih mudah menagih dan minta bantuan ke menteri keuangan daripada nagih," tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Ani itu kemudian menegaskan bahwa BPJS perlu meningkatkan upaya pengumpulan iurannya, sebagai bentuk perbaikan kualitas kepatuhan. 

"Karena yang di situ tidak populer, yang di sini enak, jadi semua orang bicara seolah-olah Menteri Keuangan yang belum bayar, padahal kami sudah bayar dan memberi bantuan. Tapi kami dianggap yang menjadi salah satu persoalan," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
10 hari lalu

DJP Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun hingga Akhir 2026, Bidik E-Commerce hingga Migas

11 hari lalu

Pemerintah Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Rp20 Triliun, Mulai Cair Bulan Ini

14 hari lalu

Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun dan 259.230 Ha Lahan, Jaksa Agung: Wujud Nyata Kehadiran Negara

22 hari lalu

Suahasil Suntik Rp20 Triliun ke BPJS Kesehatan, Perkuat Kas dan Jamin Pembayaran Klaim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal