Sri Mulyani: Defisit APBN 2020 Capai Rp956,3 Triliun

Rina Anggraeni
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2020 mencapai Rp956,3 triliun. Jumlah tersebut setara 6,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memperbesar belanja untuk menangani masalah kesehatan akibat Covid-19 serta memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak dan stimulus bagi dunia usaha. Kebijakan itu tertuang dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2020.

Hal ini seiring penerimaan yang mengalami kontraksi dan besarnya belanja negara di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan defisit melonjak. "Angka ini lebih baik dari yang kami tulis di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020. Namun, memang defisit ini lebih besar dari undang-undang awal yang kami desain APBN defisitnya Rp307,2 triliun atau 1,76 persen terhadap PDB," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (6/1/2021).

Dia menuturkan, realisasi penerimaan pajak sepanjang 2020 tercatat Rp1.070,0 triliun atau 89,3 persen dari APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2020, Rp1.198,8 triliun. Realisasi ini tercatat minus 19,7 persen secara tahunan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Pemerintah bakal Pangkas Anggaran Jaga Defisit Aman Imbas Perang Timur Tengah

Nasional
6 hari lalu

Purbaya Buka Suara soal Rencana Defisit APBN Tembus 3 Persen

Nasional
7 hari lalu

Prabowo Tegaskan Defisit APBN 3 Persen Tak Diubah, Kecuali Krisis Besar seperti Covid-19

Nasional
7 hari lalu

JK Ingatkan Risiko jika Defisit APBN di Atas 3 Persen, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal