Meski begitu, Indonesia juga memiliki keunggulan yaitu dengan populasi demografinya yang relatif muda. Bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Korea, Jepang, dan China yang terus mengalami penurunan populasi.
“Tapi generasi muda itu butuh investasi lainnya, bukan hanya kesehatan tapi ada generasi muda yang stanting. Generasi muda itu juga harus diisi dengan edukasi, harus dibangun karakternya, dididik, dilatih skill-nya, harus dijaga imunitasnya, maka imuniasasi harus dijaga supaya gak mudah terkena berbagai penyakit. It’s different kind of need of young demografi. Tapi itu kebutuhan kita,” ucapnya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh jajaran DJA untuk dapat menjadi inspirator dan dinamisator yang baik dalam mengelola anggaran, terus mengembangkan kompetensi diri, berfikir strategis, profesional, passionate dalam bekerja, serta terus berinovasi dan kreatif dalam menghadapi berbagai dinamika perekonomian global yang semakin kompleks, tentunya untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik.
“Jadilah DJA yang bisa saya andalkan supaya kalian menjadi salah satu solusi terbaik bagi bangsa Indonesia,” tuturnya.