Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia

Rina Anggraeni
Menkeu Sri Mulyani

"Ini dapat menciptakan efek rambatan (spillover), volatilitas dan ketidakpastian di sektor keuangan, serta dinamika arus modal global seperti saat terjadinya taper tantrum," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya pasar keuangan global sudah mulai stabil, yang terlihat dari turunnya indeks volatilitas di pasar saham dan pasar obligasi global. 

Aliran modal ke negara berkembang juga terus menunjukkan tren positif. Bahkan, program vaksinasi juga mengalami kemajuan yang signifikan. 

"Indonesia termasuk negara yang cepat dalam memastikan supply vaksin yang memadai untuk mencapai target herd immunity. Hingga pertengahan Mei, lebih dari 22 juta dosis vaksin telah diberikan pada masyarakat Indonesia," katanya.

Karena itu, percepatan pelaksanaan vaksinasi akan terus dilakukan oleh pemerintah demi mendorong pemulihan ekonomi dalam negeri. 

"Pemerintah melakukan langkah pengendalian Covid-19 skala mikro dengan memobilisasi seluruh elemen pemerintahan hingga ke tingkat desa," ujarnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
9 hari lalu

Sektor Luar Negeri Diabaikan, Jangan Harap Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen

14 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,29 Persen, BPS Sebut Konsumsi dan Investasi Masih Kuat

15 hari lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong 

16 hari lalu

Breaking News: Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal