Sri Mulyani Ungkap Defisit APBN Indonesia Lebih Baik Ketimbang Malaysia dan India

Giri Hartomo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)

“Kita memahami seluruh dunia sangat dipengaruhi oleh Covid-19. Sudah satu tahun dunia menghadapi pandemi tersebut dan dampaknya begitu besar kepada sosial, ekonomi maupun kehidupan masyarakat,” katanya.

Pemerintah pun sangat fokus untuk menangani pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan dilakukan secara cepat, fleksibel namun tetap transparan.

Salah satu instrumen fiskal yang melakukan fungsi kekuatan untuk mengcounter siklus turun akibat pandemi Covid-19 adalah APBN. Oleh sebab itu, pada 2020 lalu APBN harus mengalami defisit hingga mendekati angka 6,2 persen.

“Salah satu instrumen yang paling penting adalah APBN sebagai instrumen fiskal yang melakukan fungsi kekuatan untuk mengcounter siklus turun akibat shock covid-19. APBN harus dihadapkan defisit APBN yang semakin tinggi yaitu menjadi 6,1 persen dari PDB,” tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Ekonom Sebut Tudingan Utang Negara Naik akibat MBG Tak Tepat: Cara Berpikir Terlalu Dangkal

Nasional
7 hari lalu

DPR-Pemerintah Segera Bahas Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal 2027

Nasional
10 hari lalu

Publik Khawatir Hantavirus Jadi Pandemi Jilid 2, Begini Kata Dokter

Nasional
12 hari lalu

Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh Dekati 6 Persen di Akhir 2026: Kita Dorong Terus!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal