Sri Mulyani Ungkap Defisit APBN Indonesia Lebih Baik Ketimbang Malaysia dan India

Giri Hartomo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)

“Kita memahami seluruh dunia sangat dipengaruhi oleh Covid-19. Sudah satu tahun dunia menghadapi pandemi tersebut dan dampaknya begitu besar kepada sosial, ekonomi maupun kehidupan masyarakat,” katanya.

Pemerintah pun sangat fokus untuk menangani pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan dilakukan secara cepat, fleksibel namun tetap transparan.

Salah satu instrumen fiskal yang melakukan fungsi kekuatan untuk mengcounter siklus turun akibat pandemi Covid-19 adalah APBN. Oleh sebab itu, pada 2020 lalu APBN harus mengalami defisit hingga mendekati angka 6,2 persen.

“Salah satu instrumen yang paling penting adalah APBN sebagai instrumen fiskal yang melakukan fungsi kekuatan untuk mengcounter siklus turun akibat shock covid-19. APBN harus dihadapkan defisit APBN yang semakin tinggi yaitu menjadi 6,1 persen dari PDB,” tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Ungkap Penyebab Neraca Dagang RI Tiba-Tiba Defisit di Mei 2026

57 tahun lalu

Surplus 72 Bulan Berakhir! Neraca Dagang Mei 2026 Defisit 1,61 Miliar Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.907 per Dolar AS

57 tahun lalu

Purbaya Yakin Defisit APBN Tak Lebih dari 3 Persen: Harga Minyak Dunia Turun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal